Social Icons

Pages

Sabtu, 21 Juli 2012

Konspirasi Pemred Media Massa Terkait Korupsi Jamwas ME Cs


Eeng ing eeeng..saya terangkan tentang Konspirasi dan Tirani Media dalam menutupi Kasus Korupsi utamanya Korupsi ME petinggi Kejagung. 

Kemaren, lawyer Hartono, M Fajriska SH membuat konfrensi pers terkait kebohongan publik yg dilakukan Jamwas ME dalam kasus Korupsi BRI. Konpers yg berlangsung jam 12 sd selesia itu membeberkan banyak kebohongan2 yg dilakukan Jamwas ME dalam rangka pembelaan dirinya. 

Pada konpres itu hadir sedikitnya 50 wartawan media cetak, TV dan media online. Mereka mendapatkan informasi yg lengkap keterlibatan ME. Beberapa TV juga merekam konpres tsb utk rencananya ditayangkan sore atau malam hari di stasiun2 TV nasional. Namun apa yg terjadi? Ketika konpres terjadi dan beberapa saat setelah usai, ada informasi bahwa ME dan Staf2nya kontak semua Pemred dan minta jagan dimuat/disiarkan. Akibatnya, kebohongan publik yg dilakukan Jamwas ME dan informasi keterlibatannya dalam korupsi 500 di BRI batal dimuat/disiarkan. 

Dari 5 stasiun TV, puluhan media cetak dan online yg meliput konpres lawyer Hartono itu, hanya 2-3 media saja yg memuat beritanya. Pemuatan berita oleh 2-3 media itu (diantaranya Sindo dan Rakyat Merdeka). Itupun disebabkan ME dan cecunguk2nya terlewatkan kontak pemred. 

Lalu bagaimana dgn puluhan media lain? Kenapa takut menyiarkan informasi dan fakta2 kebenaran di media mereka masing2? Apa dasarnya? Yang pasti puluhan pemred2 media itu tidak akan takut sama ME dan kroni2 korupnya. 

Saya menduga ada unsur "suap" dibalik pembatalan itu. Harta alias uang haram ME diperkirakan lebih 1 triliun dari hasil "merampok, memeras, mencuri dan korupsi" selama ini. Dia mudah suap. Hanya dgn 5-10 juta per media, ME bisa bungkam suara kebenaran. Kebijakan dan idealisme media massa dapat dibeli dgn uang recehan. Kebalikannya, media massa pun mudah disuap untuk muat berita tidak benar dan bangun opini sesat seperti pada kasus Anas Urbaningrum. 

Banyak Wartawan tidak pantas lagi dijuluki "kuli tinta", mungkin lebih pas dgn sebutan, maaf, "pelacur tinta"? Pemuatan berita atas order. Bagaimana kita bisa mengharapkan media massa sebagai corong kebenaran, suara rakyat dan sumber informasi akurat jika pemrednya mudah dibeli? Bahkan stasiun TV sekelas ANTV, Metro, Global, MNC dan RCTI yg hadir saat konpers tsb juga batal siarkan karna tekanan/suap ME ?? 

Berapa uang ME habis untuk menyuap pemred2 puluhan media massa kemaren? Ratusan juta? Milyaran? Kecil itu bagi ME sang raja korup. 

Lalu yg bisa kita/publik perbuat terhadap penyimpangan amanah yg dilakukan pemred2 atau media2 tsb? Tidak ada. Cukup sekedar tahu hehe... 

Saya berharap ada teman2 yg berpofesi sebagai wartawan dan ikut hadir dalam konpres kemaren membaca twit saya ini dan berikan tanggapan. Saya mau tahu persis berapa "harga diri pemred"mereka sehingga turuti permintaan ME untuk tidak muat/siarkan berita tentang korupsi ME cs? Saya juga mau tahu seberapa besar komitment dan moral media dalam perang melawan korupsi. 

Kasus ME adalah bukti praktek hitam dunia media. Atau jangan2 ada juga wartawan atau pemred yg menawarkan diri ke ME cs utk bantu pembatalan pemuatan berita dan kompensasinya uang suap? 

Bahkan kami juga tahu ada sebuah majalah berita mingguan sudah "deal" dgn ME cs untuk memblokir berita2 korupsi ME di majalah tsb..GILAK!! Dengan hanya 1% dari hasil korupsi ME cs di BRI tsb, mereka sudah bisa membeli media dan mengendalikan berita. Sungguh mengenaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar