Ratu Atut Chosyiah, Sang Penguasa Banten, Gubernur wanita pertama di RI. Ratu Atut Chosiyah SE sebelum terpilih jadi Gubernur Banten 2007 yang lalu, juga sudah menjabat sebagai Wakil Gubenur Banten. Kemudian jadi Pjs Gubernur.

Gub Banten sblmnya, Joko Munandar terpaksa masuk penjara ditengah masa jabatannya krn Korupsi. Disebut2 Atut ikut dorong kasus itu. Sebab itu, jika Atut nanti bisa bertahan sampai 2017, Atut tercatat sebagai Gubernur terlama dalam sejarah RI. Sekarang Wagub'nya Rano Karno.

    Keluarga Atut adalah penguasa sejati Banten. Saudara2nya, Wardana, Airin, Haerul Jaman, Lilis, Muhadi, Ratna, Rosy dll, juga pejabat. Ayah Atut, H. Chasan Sochib adalah Jawara Banten terkemuka. Selain Atut dan anak2 Hasan yang jadi pejabat, anak2 nya juga jadi pengusaha2. Tidak ada pihak yang berani melawan kekuasaan Atut cs ini. Disebut2 jago main kekerasan. Lawan2 politik & bisnisnya pun takut disantet. 

Salah satu lawan politik Atut yang sudah pernah mengalami "penderitaan" karna berani melawan. Dia adalah Marissa Haque yang pernah mau jadi Cawagub. 

      Karna kekuasaannya yang besar di Banten & hampir tanpa kontrol, Atut cs bebas melakukan apa saja di Banten. Atut adalah banten & sebaliknya. Korupsi merajalela di Banten. Provinsi yang kaya raya karna jadi Pusat Industri Nasional ini, ternyata tidak mampu sejahterakan rakyatnya. Jika kita berkunjung ke Banten, maka ironi terlihat nyata. Pabrik besar dimana2, bangunan tinggi menjulang, proyek2 real estate dan ribuan Megaproyek lainnya. Tapi, lihatlah sekitarnya. Di Kota2, Desa2, Pedalaman dst... Jalan2 Hancur, Jorok, Kumuh, Kemiskinan Nyata. Bahkan, Banten/Lebak kemaren jadi terkenal diseluruh dunia karna "prestasi" jembatan "indiana jones" yang memilukan hati warga Dunia.

Kemiskinan dan kebobrokan Banten tak terlepas dari praktek2 korupsi yang subur & tak terkendali di Banten. Diduga otaknya keluarga Atut. Banyak kasus korupsi keluarga Atut yang sudah dilaporkan. Termasuk dilaporkan ke KPK. Seperti Kasus Korupsi Ratusan Milyar Dana Bansos. Tapi semua laporan korupsi itu menguap, tak pernah diusut, diproses atau diajukan ke pengadilan. KPK juga ternyata takut sama Atut. 

Korupsi2 yang Merugikan Negara Ratusan M di Banten ialah: Proyek Jalan DPU, Proyek Depkes, Pembebasan Lahan RSUD Balaraja, Lahan Samsat. Korupsi Alkes, Pembebasan Lahan RS Rujukan, BPOM, Pemeliharan Jalan Negara. Korupsi Anggaran Pendidikan, PAD Reklame dst... Buanyaaak hehe

Bahkan ada Pembebasan Lahan Puspemprov senilai Rp. 109 Milyar yang diduga Rugikan Negara Rp. 39 M. Dilakukan oleh Ayah Ratu Atut, H. Chasan.

Proyek2 APBD Banten pun hampir semuanya dikuasi oleh Atut dan keluarganya. Jarang ada pengusaha yang bisa dapat atau menang tender. 

Berikut ini sebagian kecil daftar korupsi yang terjadi di Banten yang diduga libatkan Atut cs: 
  • 42 proyek mark up: Kerugian APDB 2010 Rp. 1 Triliun oleh BPK.
  • Kerugian Rp. 5.2 Milyar di Dinas Kesehatan dalam LHP BPK 2010.
  • Korupsi Pembangunan Dinas Rumah Gubernur Rp. 16 Milyar.
  • Korupsi Alkes Rp. 42 Milyar.
  • Penyelwengan Dana Bansos dan Hibah Rp. 340 Milyar kepada Organisasi2 yang dimiliki atau dikuasai keluarga2 Atut.
  • 43 proyek mark up, yang rugikan Negara Rp. 910 Milyar.
  • Penyimpangan PAD 440 Milyar, suap ke anggota DPRD Banten Rp. 86 Milyar.
  • Korupsi Dana Pembagunan Desa & Pertanian Rp. 110 Milyar.
  • Korupsi Dinas Koperasi & UKM Rp. 24 Milyar dst...dst....

Yang bikin kita muak mau muntah.... Korupsi2 ini tak pernah diusut oleh Polisi, Kejaksaan atau KPK. Polda Banten dulu Dipimpin oleh Timur Pradopo yang sekarang jadi Kapolri.

Rakyat tidak tahu dikemanakan hasil laporan pemeriksaan BPK atau BPKP tentang Korupsi2 Banten itu. Apakah semua disuap atau cuek aja? Kalau Polisi ga usut Korupsi Banten masih "wajar". Karena pada proyek pembebasan lahan Mapolda Banten juga ada Korupsi Rp. 16 Milyar. Kalau DPRD Banten diam saja, juga wajar. Karena DPRD Banten juga ada ditemukan Korupsi Rp. 14 Milyar juga. Tapi, kalo KPK diam saja ada apa??

Lalu..siapakah yang jadi beking Atut sehingga dia jadi Superwomen?
      Selain dibeking keluarga2nya yang Pejabat2, Bupati, Walikota, Eks Walikota Cilegon, Ketua KNPI, Jawara2 dll... Atut dibeking Golkar. Golkar, PDIP, PBR dan partai2 lain beking Atut secara penuh. Itu sebabnya Atut pun tak tersentuh oleh KPK. Apalagi KPK sekarang ini yang "dikendalikan" oleh Golkar, PDIP, PKS dll, membuat Dugaan kasus2 Korupsi Atut cs di Banten jadi aman tak tersentuh. Jadi siapa lagi yang mau diharapkan berantas Megakorupsi Banten?? 

SBY? Dirinya saja ga bisa dia urus. Kapolri & Kejaksaan pun mustahil. Tinggalah rakyat Banten yang merana merasakan penderitaan akibat korupsi2 Atut cs ini. Rakyat Mati pelan2. 

Jadi teringat Puisi Taufik Ismail: "Masa Depan Indonesia adalah Rakyat yang tenggelam akibat Korupsi para pemimpinnya"... 

Sekian. Tks... Salam Kritis